Jumat, 06 September 2013

mereka hanya melihatmu, namun kamu tidak melihat mereka - catatan



MEREKA HANYA MELIHATMU, NAMUN KAMU TIDAK MELIHAT MEREKA

            Hai generasi muda yang kini sedang duduk di bangku sekolah hingga perkuliahan. Apa yang tengah kalian lakukan untuk masa depan kalian saat ini ? Apakah sedang menghabiskan waktu berkeliling ga jelas dengan motor baru yang baru dikredit orang tua kalian selama 2 – 3 tahun  ke depan ? atau sedang belajar merias wajah dengan alat make up yang baru kalian beli dari uang bulanan yang diberikan orang tua kalian yang seharusnya untuk menunjang pendidikan kalian di kota rantauan ? atau sedang berkeliling-keliling mall untuk mencuci mata dan meningkatkan sifat konsumtif kalian ? atau sedang hang out bersama kawan berjam-jam di kafe yang membahas tentang harta milik orang tua kalian, yang entah itu mungkin kebohongan dari mulut kalian yang masih muda ? atau untuk sekedar setia bertemankan playstations dari pagi hingga pagi lagi ? atau membiarkan mata kalian tetap terkonsentrasi dengan sosial media, berharap mendapat pacar yang cakep dan tajir ? Apakah itu yang kalian lakukan ? aku berharap tidak walaupun aku sangsi akan harapanku.

            Ingatkah kamu sewaktu kamu kecil bagaimana kedua orang tuamu mengajarimu merangkak, berjalan, berlari, berbicara, membaca, menulis, dan berhitung. Bahkan masih banyak lagi yang mereka ajarkan untukmu. Mengajari melakukan sesuatu yang sebelumnya sulit kamu lakukan. Apakah kamu ingat perjuangan kedua orang tuamu untuk membuatmu mampu dan mandiri sedari kecil ? tentu saja kamu tidak ingat, karena mungkin kamu terlalu kecil untuk menyimpan kenangan itu semua. Namun, setiap bayi yang terlahir akan merasakan semua pengorbanan orang tua mereka masing-masing dengan cara yang sama dan cinta yang sama. Yap ! Cinta.

            Cinta. Kata yang begitu indah dan memiliki makna mujizat saat memakainya untuk kebaikan. Orang tua yang mengajarimu pertama kali akan caranya mencintai dan dicintai. Lantas bagaimana bisa kamu seolah-olah tidak mencintai kedua orang tua mu yang banting tulang memenuhi kebutuhan hidup dan pendidikanmu ?

            Bahkan kamu lebih memilih untuk menghargai teman-teman yang baru setahun atau dua tahun kamu kenal. Kamu lebih rela memfoya-foyakan uang jajanmu demi kekasih hatimu yang padahal uang jajan itu didapat orang tuamu dengan susah payah. Kenapa kamu bisa mencintai orang-orang yang tidak ada hubungan darahnya denganmu dibandingkan kedua orang tuamu yang jelas-jelas menyumbang setengah dirinya untukmu lahir kedua ini ?
            Mereka mengajarkan cinta padamu dan kamu menerapkannya lebih ke orang-orang asing di hidupmu sebelumnya. Kamu merasa maaf dari orang tua akan lebih gampang kamu dapatkan dibandingkan maaf dari teman atau pacar. Oleh karena itu kamu bersusah payah untuk menunjukkan rasa cintamu pada teman dan pacarmu dibandingkan kepada kedua orang tuamu. Bagimu tidak masalah melukai kedua hati orang tua mu, mereka akan segera memaafkanmu. Yah, benar. Mereka akan segera memaafkan mu karena mereka mencintaimu. Setiap harinya mereka menunjukkan rasa cintanya padamu dengan memaafkanmu namun cinta mereka tidak terbalaskan setimpal dari perbuatan baikmu pada mereka.

            Tidak sulit bagimu untuk menjadi anak yang berbakti. Orang tua tidak akan memaksakan anaknya untuk menjadi apa yang dikehendakinya. Orang tua akan bangga padamu ketika kamu mau memperlihatkan rasa cintamu pada mereka. Mudah saja. Turuti semua keinginan mereka. Lakukan apa yang mereka inginkan, dan jangan lakukan apa yang mereka larang. Namun, kenyataannya kamu tidak mengindahkan keinginan mereka. Padahal keinginan mereka bukanlah benar-benar untuk kepentingan mereka, melainkan untuk kepentingan mu sendiri di masa depan.

            Orang tua tidak mengharapkan sekali anaknya harus menjadi juara kelas atau berprestasi di segala bidang. Orang tua akan lebih mengharapkan anaknya tumbuh menjadi pria dan wanita dewasa berakhlak mulia. Adapun prestasi dan kesuksesan yang diperoleh kelak adalah bonus untuk kamu-kamu yang tetap berpegang teguh pada nasehat-nasehat orang tuamu.

            Lihatlah lebih dalam dari hatimu bagaimana dulunya kamu kecil hingga sekarang menjadi lelaki dan wanita remaja dan dewasa saat ini. Pengorbanan seperti apa lagi yang kamu harapkan akan mereka berikan untukmu ? tidakkah kamu ingin berganti untuk berkorban demi membahagiakan mereka ? tidakkah kamu malu terus-terusan dicintai tanpa membalas cinta mereka ?

            Ingatlah. Mereka orang tuamu. Bagaimanapun mereka tidak akan punya alasan meninggalkanmu. Mereka akan selalu ada untukmu di setiap momen hidupmu. Membantumu dengan seluruh upaya mereka walau itu sebenarnya mustahil mereka upayakan. Tidakkah kamu bayangkan besarnya cinta mereka untukmu bertahun-tahun dalam kehidupanmu ?

            Buktikan pada mereka bahwa mereka tidak salah memiliki seorang anak seperti kamu. Buktikan pada dunia bahwa kedua orang tuamu adalah orang tua terbaik. Buatlah mereka bangga sebelum ajal menjemput mereka. Senyuman bangga mereka saat melihatmu di masa depan adalah medali termahal semasa hidupmu. Percayalah !!
                                                                                                            .Dreamerwhite.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar