Kamis, 05 Maret 2015

Pria Terbaikku



Pria terbaikku
By : Irma Natalina Malau

            Tak ada kata yang lebih indah yang mampu menggambarkan sesosok pria ini. Pria yang selalu hadir dalam setiap momen hidupku. Kanak-kanak, remaja, sampai dewasa, dia selalu di sampingku. Pria yang selalu memenuhi kebutuhanku. Tak terhitung lagi berapa tetes peluhnya tercurah untuk membuat masa depanku indah. Lelah tidak menjadi keluhannya asalkan putri kesayangannya mendapatkan yang terbaik setiap waktu.

            Senyumku, senyumnya. Marah menjadi hal yang paling sulit ku temukan dari dirinya. Diamnya cukup membuatku getir, karena ku tahu dia tidak senang akan keputusanku atau kecewa terhadapku. Aku tak pernah melihatnya menangis, namun entah sudah berapa kali dia berusaha menghentikan air mataku.

            Dia menemani ku di setiap langkahku. Cemburu saatku menceritakan pria yang sedang mendekatiku. Memeluk dan menciumku saat ku membanggakannya. Tak pernah dia minta hal dunia padaku, inginnya hanya menjadikanku bahagia.

            Membuatnya khawatir adalah kesalahan terbesarku. Dia akan setia menungguku di depan rumah saat ku pulang kemalaman. Tak ada amarah, hanya pertanyaan lembut kenapa aku pulang terlambat. Dia akan tidur ketika memastikanku sudah tertidur terlebih dahulu.

            Tetaplah di sampingku, papa. Temani putrimu melewati setiap fase hidupnya, sampai akhirnya engkau sendiri yang mengantarkan putrimu ini pada pria yang telah berdiri di altar pernikahannya.

Rabu, 07 Januari 2015

my favorite religion songs



Mujizat ada bagiku – Olivia Prabowo ft. Ryan Winata
Saatku merenungkanMu, melihat perbuatan tanganMu
Terkadang ku tak mengerti, mengapa semuanya terjadi
Kau berkata jangan takut, sbab Engkau slalu menyertaiku
Membimbingku lalui semua, jadikan ku lebih dari pemenang
Yesus Kau yang menjaga hidupku, tak pernah Kau lalai sedikitpun
Dalam lembah kekelamanku, ku percaya Kau besertaku
Meski ku tak melihat jalanMu, meski ku tak mengerti caraMu
Namun satu hal yang ku percaya, MujizatMu ada bagiku

Engkaulah kekuatanku
Engkaulah kekuatanku tempat perlindunganku
Saat badai menerpa aku tak akan goyah
Aku tak akan goyah sebab Kau serta ku
Sejauh langit dari bumi begitu besarNya kasihMu
Penuhi hati kami yang rindu menyembahMu, Yesus
Sejauh langit dari bumi begitu besarNya kasihMu
Kaulah Tuhan kekuatanku, sukacitaku

Senin, 05 Januari 2015

BersamaNya



Hal-hal duniawi seringkali menikam imanku, padahal seharusnya aku semakin yakin bahwa Dia akan mewujudkan dengan caraNya, tapi seringkali aku tak mengandalkanNya.

Aku terbiasa dengan habitku, mengandalkan pikiran dan tenagaku sendiri.

Aku berkonsultai padaNya ketika semakin sulit ku rasa, dan mulai berfikir kenapa ini bisa begitu sulit padahal udah seluruh tenaga dan pikiran ku kerahkan.

Baru ku sadari, aku melupakan hal yang paling mendasar yaitu bertanya padaNya dalam doa dan meminta penyertaanNya ..

Selalu aku kecewakan Dia, hanya datang saat rencana-rencanaku tak berjalan dengan semestinya.

Aku merasa seperti manusia yang paling hina, merasa bisa hidup tanpa bantuan dariNya ..

Kesombongan diri ini benar-benar menggerogoti seluruh jaringan otak, sampai hati tak mampu lagi mengetuk kesalahan pola pikir dari otak ini ..

Tapi, selalu hatiku tenang ketika ku serahkan segala pergumulan dan rencanaku ke dalam tanganNya ..

Seolah mendapat energi sukacita yang luar biasa ..

Aku merasa percaya sepenuhnya padaNya, dan ada perasaan tega dan ikhlas akan apapun yang terjadi di hidupku ..

Menyerahkan hidup dan keinginanku seluruhnya ke dalam tangan pengasihanNya, seperti mendapatkan apa yang ku inginkan, seperti impian-impianku untuk terwujud, padahal belum, tapi perasaan itu tak bisa ku ungkapkan dengan kata-kata. Aku hanya bisa berkata, “aku merasa ada kedamaian dan ketentraman di dasar lubuk hatiku, yang terukir jelas di balik senyuman sukacitaku :)

TUHAN YESUS BERSAMAKU SELALU, ITU YANG KU TAHU ....

Senin, 29 Desember 2014

Duniaku Runtuh

Dia adalah sosok wanita sempurna di mataku
Mengerti aku melebihi diriku sendiri
Tau apa yang terbaik untukku
Kadang amarah dan tuntutannya bukanlah hal yang membuatku kecewa padanya
Karena ku tahu kasih sayangnya jauh lebih besar dari apapun yang ku terima dari dunia ini
Dia adalah dunia ku
Sedih ku adalah sedihnya
Beban hidupku adalah beban juga baginya
Namun, ku rasa tak adil jika dia yang menanggung penderitaan ini
Dia terlalu lemah untuk merasakan sakit itu
Ku tak tahu bagaimana dia harus menyeka air matanya setiap kali sakit itu muncul
Setiap saat dia harus merasakan sakit yang tak tertahankan
Namun, dia tetap diam dan tersenyum padaku
Bahkan, dia tetap bekerja untukku dan saudara-saudaraku
Dia tak pernah memikirkan dirinya sendiri
Dia hanya memikirkan anak-anaknya
Dia adalah dunia ku
Kabar di siang bolong itu menghancurkan dunia ku
Lemas kakiku, pilu hatiku, kacau pikiranku
Tanganku tak mampu melakukan apapun
Mulutku tak mampu berkata-kata apapun
Ku sadar aku harus menguatkannya
Namun, sulit ku rasa karena aku sendiri tidak kuat
Berusaha menahan air mata ini di depannya
Hanya ingin supaya tidak menambah sakit yang dia derita
Ingin memeluknya setiap saat, mengatakan semuanya akan baik-baik saja
Dunia ku runtuh
Seperti dihimpit oleh batu besar
Tak bisa bergerak, tak bisa berfikir
Kuatlah, mama

Hati yang Tersembunyi



Ku biarkan hatiku mencari inginnya sendiri
Tanpa ku sadari aku telah membiarkan diriku bermain api
Terus dan terus menikmati perasaan tersembunyi
Yang ku pikir itu bukanlah perkara besar nantinya
Tetapi, ternyata Dia lebih tau mana yang terbaik
Aku tak menghiraukan hal itu selama ini
Sampai akhirnya, siang itu seperti mendung bagiku
Rasanya hatiku yang penuh sukacita diselubungi awan gelap seketika
Hujan mulai membasahi hati
Tapi tetap tahankan pilu, demi gengsi
Lemas lututku, tetap ku paksakan melompat
Rasanya ingin segera pulang
Memeluk diri, dan bersimpuh di hadapanNya
Merasa ditampar bolak-balik saat rahasia satu per satu terkuak
Bukan niat hati untuk bersembunyi
Karena pikir selalu meracuni hati
Sampai pada dosis yang benar-benar cukup menghancurkanku
Duniaku rutuh seketika
Namun, ku pandang Dia yang masih beri aku kesempatan
Sakit yang ku rasakan saat ini tidaklah seberapa dengan sakit yang Dia rasakan dulu
Aku baru menyadari aku masih bayi, yang benar-benar perlu dibimbing
Bagaimanapun bayi akan terus berusaha untuk bertumbuh
Mencoba berdiri dan berjalan dengan caranya sendiri
Tetapi seringkali harus terjatuh lagi dan lagi
Seringkali harus merasakan pedih dan sakit lagi dan lagi
Yang ku tahu aku ga punya waktu untuk mengasihani diriku sendiri
Ku harus tetap melihat salibNya
Hanya jika aku bertopang teguh padaNya
Aku akan mampu berdiri, berjalan, bahkan berlari
“Selalu akan ada akhir indah di setiap perjuangan ini”