Pria
terbaikku
By : Irma Natalina Malau
Tak
ada kata yang lebih indah yang mampu menggambarkan sesosok pria ini. Pria yang
selalu hadir dalam setiap momen hidupku. Kanak-kanak, remaja, sampai dewasa,
dia selalu di sampingku. Pria yang selalu memenuhi kebutuhanku. Tak terhitung
lagi berapa tetes peluhnya tercurah untuk membuat masa depanku indah. Lelah
tidak menjadi keluhannya asalkan putri kesayangannya mendapatkan yang terbaik
setiap waktu.
Senyumku,
senyumnya. Marah menjadi hal yang paling sulit ku temukan dari dirinya. Diamnya
cukup membuatku getir, karena ku tahu dia tidak senang akan keputusanku atau
kecewa terhadapku. Aku tak pernah melihatnya menangis, namun entah sudah berapa
kali dia berusaha menghentikan air mataku.
Dia
menemani ku di setiap langkahku. Cemburu saatku menceritakan pria yang sedang
mendekatiku. Memeluk dan menciumku saat ku membanggakannya. Tak pernah dia
minta hal dunia padaku, inginnya hanya menjadikanku bahagia.
Membuatnya
khawatir adalah kesalahan terbesarku. Dia akan setia menungguku di depan rumah
saat ku pulang kemalaman. Tak ada amarah, hanya pertanyaan lembut kenapa aku
pulang terlambat. Dia akan tidur ketika memastikanku sudah tertidur terlebih
dahulu.
Tetaplah
di sampingku, papa. Temani putrimu melewati setiap fase hidupnya, sampai
akhirnya engkau sendiri yang mengantarkan putrimu ini pada pria yang telah
berdiri di altar pernikahannya.