Rabu, 12 Februari 2014

saat cinta hadir dan pergi tanpa alasan



SAAT CINTA HADIR DAN PERGI TANPA ALASAN

By: Irma Natalina Malau

            Malam hangat ditemani sang rembulan bersama ribuan laskar bintang, menjadi saksi bisu antara aku dan dia kala itu. Menyusuri jalan kota yang penuh dengan lampu kota. Indah dan gemerlap. Tak banyak kata terucap dari bibirku. Telingaku menjadi organ aktif malam itu, mendengarkan semua ceritanya yang berusaha memperkenalkan jati dirinya padaku. Seorang pria yang baru ku kenal dan ku lihat. Teman dari seorang teman yang begitu ku percaya. 
     
 Ku mendengarkan kisah demi kisahnya, membuatku melihat dengan jelas kepribadiannya. Dia pria yang hebat pikirku. Lelaki yang berbeda dan unik dari setiap lelaki yang mendekatiku. Aku tertarik padanya kala itu, dan ku lihat mata indahnya memandangku penuh penasaran, seolah-olah dia juga memiliki rasa yang sama terhadapku,
         
  Ketika hati ga bisa dibohongi lagi, ketika waktu bukanlah hal yang harus dipermasalahankan, ketika cinta ga bisa diingkari kehadirannya, ku menerima segala cinta dan kepribadiannya keesokkan harinya. Awalnya, keraguan menjadi teman dalam pikiranku, namun ku beranikan diri untuk mencinta karena ku yakin akan dia yang hadir dalam hidupku yang penuh ketergesa-gesaan ini.
          
  Bahagia. Itu menjadi kata dan rasa yang selalu tersirat dalam pikir dan bathin ku. Ku merasa seperti wanita paling bahagia. Permaisuri yang mendapatkan pangeran idamannya. Perasaan gila itu benar-benar membuatku seperti anak remaja yang baru mengenal cinta. Ku ingin menunjukkan pada dunia betapa bahagianya diriku memiliki pria yang setahun lamanya ku tunggu. Dalam benak, ku harus bisa mempertahankannya, menjadi wanita sesempurna mungkin untuk membuatnya tetap mencintaiku dan di sisiku.
           
 Hitungan haripun menjadi teman setiaku menitik kisah cinta bersamanya. Waktu berjalan begitu lambat ketika tidak ada komunikasi lancar lagi diantara kami, ketika tidak ada lagi pertemuan di tiap harinya. Aku mulai gelisah. Kala ku teringat keenam kisah cintaku pupus di tengah jalan yang menyisakan kepedihan dan air mata. Ku mulai merasa takut akan kejadian-kejadian yang penah ku nikmati di masa lalu itu.
           
 Minggu ketiga akhir di bulan yang ku pikir menjadi bulan terindah bagiku berbalik menjadi bulan terburuk bagiku. Kehadirannya mulai tak kurasakan lagi selama beberapa hari. Tidak ada komunikasi. Tidak ada pertemuan. Dia tidak mempedulikan telfon dan pesan singkatku yang selalu ku kirimkan padanya. Hatiku bertanya sedang apa dan dimana dirinya. Bersabar dalam sebuah penantian, menghantarkanku dipenghujung kisah cintaku.
           
 Kala pagi itu, menyusuri jalan menuju kampus, ku terima pesan singkat. Bahagia saat ku tahu itu adalah darinya yang telah lama ku tunggu. Pesannya yang ternyata membuat hatiku runtuh tak terkira. Pagi cerah hanya ada di bayangan mataku, namun hatiku gelap gulita seketika. Kosong pikir, kelu bibirku. Tak tau ekspresi apa yang harus ku tunjukkan di wajah ini. Pasi wajahku.
           
 Air mata sangat tahu kapan harus mengalir menemani kesedihanku. Pedih ku rasa. Berulang kali ku hubunginya, namun nihil ku terima. Pesan singkat pertamanya dan yang terakhirnya menghantarkan hubungan yang putus tanpa sebab. Tidak ada alasan baginya untuk menjelaskan keputusannya itu. Kemanapun aku bertanya, aku tidak akan mendapatkan jawabannya. Satu-satunya tempat ku bertanya tentangnya adalah dirinya, namun dirinya menghilang tanpa jejak.
            
 Kehadiran cintanya mendadak, kepergiaannyapun mendadak. Luluh lantak hatiku mengingat semua janji manisnya. Seolah-olah menyesali diri akan cinta yang ku biarkan masuk ke dalam hatiku. Ku biarkan waktu menjawab semua pertanyaanku suatu hari nanti. Ku yakin semua keputusan memiliki alasannya walaupun dia berbohong mengatakan tak ada alasan.
                                                                                                                        .dreamerwhite.

negeri ku dulu dan kini, Indonesia



NEGERI KU DULU DAN KINI, INDONESIA

By : Irma Natalina Malau

Indonesia. Negeri yang menjadi tempat ku dilahirkan, dibesarkan hingga kini usia ku beranjak 22 tahun. Aku tidak bisa memilih di negeri mana aku ingin dilahirkan, jika aku bisa memilih aku akan tetap memilih Indonesia ! negeri yang luas nan elok. Bukan tentang sumber daya alam nya berlimpah ruah, tapi rakyatnya yang ku tahu sangat kaya akan kebaikan. Negeri yang dapat merdeka setelah 350 tahun dijajah Belanda dan 3,5 tahun dijajah Jepang. Lalu, apa yang membuat negeri ini bisa mengusir penjajah padahal sudah sangat bodoh tidak mendapatkan pendidikan formal maupun informal. Karena bukan pendidikanlah yang paling utama membuat negeri ini bebas, melainkan karena “rasa persatuan”

Dari sabang hingga merauke. Ribuan pulau, sungai besar hingga kecil, danau besar hingga kecil, pegunungan, gunung, lautan, bukit, kesemuanya itu berserakan hingga tak terhitung lagi. Jumlah suku, lagu daerah, pakaian adat, alat musik tradisional, senjata tradisional dan bahasa daerah yang mungkin akan sangat sulit dihafalkan di masa sekolah dasar. Negeri ini benar-benar kaya !!! sangat kaya dibandingkan negeri manapun di muka bumi ini !!
Namun, penghuni negeri ini tidaklah sama lagi dengan tempo dulu. Seiring pergantian generasi, maka berganti pula pola pikir. Ternyata harta yang paling berharga yaitu sejarah Indonesia meraih kemerdekaan hanya sekedar cerita di masa sekolah yang harus dihafalkan demi memperoleh nilai tinggi. Sekedar itu.
Mungkin mereka yang pernah berjuang, melihat dari atas sana penuh kesedihan dan ratapan akan cucunya yang kini menghuni negeri yang begitu mereka cintai.

Sifat hedonisme dan konsumtif masyarakat membuat segalanya bergeser dari budaya dan adat istiadat negeri ini. Kejahatan yang melanggar norma-norma asusila bukanlah hal yang tabu lagi, melainkan sangat lumrah dan kepolisian negeri ini pun mungkin sudah sangat lelah dengan tindakan kriminal yang terus meningkat. Memberikan mereka banyak peer dan pekerjaan saja, mungkin itu anggapan mereka, hehe. Setiap menentukan teman bahkan pasangan hidup, hati bukanlah harga yang mahal tapi kedudukan, harta, dan pendidikanlah penentu cinta itu berlabuh. Dan ketika adat istiadat serta budaya menjadi hal paling konyol dan kuno untuk diikuti, maka tidak ada lagi seorang anak diam ketika dimarahi dan dinasehati kedua orang tuanya, mereka akan bereaksi dengan bantahan, omelan bahkan cacian. Seperti itukah kebaikan negeri ini saat ini ? MIRIS ...

Setiap orang tahu bahwa negeri ini tidaklah membaik akhlak nya, walaupun katanya perekonomiannya membaik. Tapi lihatlah dengan mata mu sejelas-jelasnya, apakah perekonomian negeri ini membaik ??? benarkah ?? bukanlah perekonomian membaik itu untuk kalangan menengah ke atas ?? pernahkah terlintas bagaimana mereka yang memiliki perekonomian menengah ke bawah ?? bahkan, sebutir nasipun tidak ternikmati oleh perut mereka sepanjang hari.
Yang ku tahu Tuhan akan memberikan apapun yang diminta suatu bangsa jika prilakunya tercermin baik antar sesama. Nah, sudahkah negeri ini semakin dewasa untuk sadar berprilaku baik ?? jadi, pantas jika negeri ini belum sepenuhnya merdeka ...
                                                            
            .dreamerwhite.

ketika hati terlalu lelah mencinta



KETIKA HATI TERLALU LELAH MENCINTA

By : Irma Natalina Malau

Melewati setiap kisah cinta dengan keindahan berbeda
Selalu berujung pada sepi dan bulir air mata
Saat hati tak menyerah untuk memberi cinta
Saat hati berulang kali tak diindahkan
Saat itu kelu bibir, pikir, dan rasa seketika
Seolah mengerti dunia tidak seperti negeri dongeng
Mencinta tidak seindah kisah romeo dan juliet
Mencinta sekedar mencinta
Tak ada kasih
Hanya kata “sayang” semu terucap oleh bibir
Namun, hati tak tahu rimbanya
Cinta menjadi barang obral murah dan tak berarti
Sulit percaya, mungkin tidak akan percaya
Sampai ikatan suci menjadi simbol cinta
Saat itu mungkin aku percaya cinta memang ada

                                                                dreamerwhite

memelukmu dari jauh



MEMELUKMU DARI JAUH

By: Irma Natalina Malau

Sembunyi memandang nya dari jauh penuh haru
Melihat raut wajah putus asa nan sedih yang sedang memandang nanar
Jauh lepas ke langit luas membuang pandangannya tanpa titik temu
Sendiri merangkul beban tak kasat mata oleh ku
Bibir katup tanpa bergerak, namun hatinya bergerak sedih tak ku kira
Ingin menyentuh dan merangkulnya penuh hangat
Mengatakan yang seharusnya dikatakan dengan bijak
Namun, kehadiran ku tak hadir olehnya
Kosong dan hampa tatapan mata hatinya padaku
Menusuk hingga ke dalam sukma ku
Dan air mata sadar harus segera mengalir menghentikan sakitnya
Memberikan, namun tak diindahkan
Menyayangi, namun tak terasa
Tetap menunggunya sampai sang waktu berpihak padaku
Dalam penantian tak bosan melihatnya dari kejauhan
Berharap dia akan menoleh sebentar ke arahku
Memastikan aku masih berdiri di sisinya
Dan ternyata aku masih ada untuknya
Sewaktu itu

                                                                                                                        .dreamerwhite.

waktu



WAKTU

By: Irma Natalina Malau

Waktu menjadi teman abadi dalam hidup
Menapaki setiap jalan kehidupan berarah lurus
Tak ada yang lebih setia selain waktu dan hati
Mereka yang selalu di sisi, senyum dan tawa itu hanya hadir saat itu
Sang waktu akan terus membawamu pergi jauh jauh dan semakin jauh
Membawamu ke setiap tujuan hidupmu
Tanpa mengajak mereka yang hadir di masa kini bersamamu
Karena mereka juga punya sang waktu tersendiri
Yang membawa mereka ke tujuan mereka masing-masing
Ketika waktu ku dan waktu nya bergerak ke arah tujuan yang sama
Maka pertemuan di suatu masa akan terjadi
Jodoh pasti bertemu
Sang waktulah yang berhak menentukan jalan cerita hidupmu
Dengan siapa dan bersama siapa kelak dirimu
Hanya di masa itu
Tak selamanya yang ada di sisimu tetap di sisimu
Karena waktumu dan waktu mereka bergerak berbeda

                                                                        .dreamerwhite.