Rabu, 12 Februari 2014

negeri ku dulu dan kini, Indonesia



NEGERI KU DULU DAN KINI, INDONESIA

By : Irma Natalina Malau

Indonesia. Negeri yang menjadi tempat ku dilahirkan, dibesarkan hingga kini usia ku beranjak 22 tahun. Aku tidak bisa memilih di negeri mana aku ingin dilahirkan, jika aku bisa memilih aku akan tetap memilih Indonesia ! negeri yang luas nan elok. Bukan tentang sumber daya alam nya berlimpah ruah, tapi rakyatnya yang ku tahu sangat kaya akan kebaikan. Negeri yang dapat merdeka setelah 350 tahun dijajah Belanda dan 3,5 tahun dijajah Jepang. Lalu, apa yang membuat negeri ini bisa mengusir penjajah padahal sudah sangat bodoh tidak mendapatkan pendidikan formal maupun informal. Karena bukan pendidikanlah yang paling utama membuat negeri ini bebas, melainkan karena “rasa persatuan”

Dari sabang hingga merauke. Ribuan pulau, sungai besar hingga kecil, danau besar hingga kecil, pegunungan, gunung, lautan, bukit, kesemuanya itu berserakan hingga tak terhitung lagi. Jumlah suku, lagu daerah, pakaian adat, alat musik tradisional, senjata tradisional dan bahasa daerah yang mungkin akan sangat sulit dihafalkan di masa sekolah dasar. Negeri ini benar-benar kaya !!! sangat kaya dibandingkan negeri manapun di muka bumi ini !!
Namun, penghuni negeri ini tidaklah sama lagi dengan tempo dulu. Seiring pergantian generasi, maka berganti pula pola pikir. Ternyata harta yang paling berharga yaitu sejarah Indonesia meraih kemerdekaan hanya sekedar cerita di masa sekolah yang harus dihafalkan demi memperoleh nilai tinggi. Sekedar itu.
Mungkin mereka yang pernah berjuang, melihat dari atas sana penuh kesedihan dan ratapan akan cucunya yang kini menghuni negeri yang begitu mereka cintai.

Sifat hedonisme dan konsumtif masyarakat membuat segalanya bergeser dari budaya dan adat istiadat negeri ini. Kejahatan yang melanggar norma-norma asusila bukanlah hal yang tabu lagi, melainkan sangat lumrah dan kepolisian negeri ini pun mungkin sudah sangat lelah dengan tindakan kriminal yang terus meningkat. Memberikan mereka banyak peer dan pekerjaan saja, mungkin itu anggapan mereka, hehe. Setiap menentukan teman bahkan pasangan hidup, hati bukanlah harga yang mahal tapi kedudukan, harta, dan pendidikanlah penentu cinta itu berlabuh. Dan ketika adat istiadat serta budaya menjadi hal paling konyol dan kuno untuk diikuti, maka tidak ada lagi seorang anak diam ketika dimarahi dan dinasehati kedua orang tuanya, mereka akan bereaksi dengan bantahan, omelan bahkan cacian. Seperti itukah kebaikan negeri ini saat ini ? MIRIS ...

Setiap orang tahu bahwa negeri ini tidaklah membaik akhlak nya, walaupun katanya perekonomiannya membaik. Tapi lihatlah dengan mata mu sejelas-jelasnya, apakah perekonomian negeri ini membaik ??? benarkah ?? bukanlah perekonomian membaik itu untuk kalangan menengah ke atas ?? pernahkah terlintas bagaimana mereka yang memiliki perekonomian menengah ke bawah ?? bahkan, sebutir nasipun tidak ternikmati oleh perut mereka sepanjang hari.
Yang ku tahu Tuhan akan memberikan apapun yang diminta suatu bangsa jika prilakunya tercermin baik antar sesama. Nah, sudahkah negeri ini semakin dewasa untuk sadar berprilaku baik ?? jadi, pantas jika negeri ini belum sepenuhnya merdeka ...
                                                            
            .dreamerwhite.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar