DIAM
KU
Seorang
diri mengemban perasaan sesak
Kelu
bibir untuk berkata, hanya diam ekspresi hati
Bergerak
namun tak berhati, berjalan namun tak berarah
Kosong
pikir, kosong hati, hanya diam temani langkah
Berharap
mereka dapat melihat jauh ke dalam mataku
Melihat
jeritan hatiku yang telah lama tersimpan rapat
Mengerti
kegundahan hatiku akan hari esok
Basah
pipi tak ada yang melihat, karena diam dan senyuman sesekali
Ingin
lari, namun ku tak kuasa
Ingin
menangis, namun air mata bosan mengalir
Gertakan
gigi, kepalan tangan menjadi sikap tersembunyi
Tetap
menahan hingga akhir tanpa tahu kapan berakhir
Ku
hanya bisa duduk terdiam di sudut kamar dalam gelap nya malam
Membayangkan
hari indah itu segera menyapaku bersama indahnya warna pelangi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar