Mimpi
tidak Butuh Teori
By : irma
natalina malau
Rangkakan
kaki mengantarkan ku di usia seperempat abad
Melangkah
penuh kehati-hatian dan keraguan hati
Salah
sekali, ku takut fatal dan mengubah dunia ku selanjutnya
Mencoba
tetap diam dan bermenung selama yang ku butuhkan
Diam
menyelimuti kegalauan hati dan mengacaukan pikiran
Diam dalam
banyak ide yang muncul silih berganti
Pikiran
mulai berteori dan terus berteori tanpa kesimpulan pasti
Karena
semuanya rencana dan praduga yang tidak pernah dirasakan
Berfikir
dan terus berfikir
Berteori
dan terus berteori
Mengantarkan
ku pada penghujung waktu ku
Harus
memilih karena waktu muak bersabar menungguku lagi
Masih diam
dan mata terus tenggelam dalam lamunan
Ketakutan
merenggut segala imajinasi
Melumpuhkan
segala impian gila nan ekstrim
Berfikir
dan terus berfikir
Berteori
dan terus berteori
Hanya menuntunku
ke jalan buntu tanpa ingat arah jalan sebelumnya
Tersesat
dalam teori yang dihasilkan dari ketakutan
Berlari
dari teori melumpuhkan ketakutan
Mengantarkan
ku pada kenyataan dan pelajaran hidup
Bukan
tentang pencapaian yang tergores di hati
Namun,
tentang proses pencapaian yang sangat lekang di memori
Membesarkan
hati dan menambah ilmu
Begitulah
seharusnya aku hidup
...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar