Jumat, 13 September 2013

diam ku - poem


DIAM KU

Seorang diri mengemban perasaan sesak
Kelu bibir untuk berkata, hanya diam ekspresi hati
Bergerak namun tak berhati, berjalan namun tak berarah
Kosong pikir, kosong hati, hanya diam temani langkah
Berharap mereka dapat melihat jauh ke dalam mataku
Melihat jeritan hatiku yang telah lama tersimpan rapat
Mengerti kegundahan hatiku akan hari esok
Basah pipi tak ada yang melihat, karena diam dan senyuman sesekali
Ingin lari, namun ku tak kuasa
Ingin menangis, namun air mata bosan mengalir
Gertakan gigi, kepalan tangan menjadi sikap tersembunyi
Tetap menahan hingga akhir tanpa tahu kapan berakhir
Ku hanya bisa duduk terdiam di sudut kamar dalam gelap nya malam
Membayangkan hari indah itu segera menyapaku bersama indahnya warna pelangi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar