12
november 2008
MENANTI MUSIM
Malapetaka
mengantarkanku ke kedewasaan
Menyanggupi pilihan
dalam dalam dunia fana
Mengikhlaskan hati
menerima pilihan
Bukan pilihan terbaik,
bukan pilihan terburuk
Kutersenyuum tak ada yang menyahut
Ku tertawa berkumpul namum ku tetap sendiri
Diasingkan ku tetap sendiri
Ku tetap sendiri karena kehendakNya
Menangisi pilihan sulit
meruntuhkan tembok ketegaran
Banjir besar tak
terbendung lagi
Menanti mereka
menghapus kesedihan ini
Mereka siapa, aku siapa
Ku hanya anak manusia kesepian
Berharap sang waktu berputar cepat
Membawaku lagi ke musim baru
Menyiapkan rumah hangat senyum hangat
Senyum terbeda,
termanis, terbahagia
Bersama mereka yang
baru yang terbeda
Mereka yang baru dengan
sifat baru
Sifat tak ku kenal, tak
ku hiraukan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar