Melupakan Segampang Mencintai
Seseorang
By : Irma Natalina Malau
Who
do you think you are ?
Saat kita bisa berkata seperti itu kepada
seseorang yang begitu kita puja di masa lalu rasanya seperti mendapatkan sebuah
medali emas. haha. Seolah-olah kita adalah pemenang dari lomba “melenyapkan
cinta untuk si dia”. Barulah kita tersadar ternyata kita mampu melupakan dia
yang dulunya muncul dalam ingatan tiap detiknya.
Setiap manusia mampu mengendalikan otak dan
hatinya karena pemilik kedua organ itu adalah manusia itu sendiri. Tidak ada
kata tidak mungkin atau tidak bisa kita lakukan untuk melupakan seseorang yang
“baru berarti” di hidup kita. Hidup kita masih panjang untuk menobatkan dia
sebagai orang yang sangat berarti di hidup kita ..
Bukankah sebelum dia hadir kita mampu hidup
lebih baik ? lantas kenapa kita merasa dunia seakan runtuh bahkan tidak sedikit
diantara kita yang berniat mengakhiri masa hidupnya dengan bunuh diri hanya
karena sakit hati yang tidak ada darahnya itu.
Sesulit itukah melupakan seseorang ? seberartinyakah
dia di hidup kita sampai tidak ada artinya lagi kita hidup tanpa dia ? sebegitu
kali kah cinta itu mengelabui kita ?
Saya tidak menyalahkan cinta dan tidak akan
pernah menyalahkan cinta. Cinta itu indah malah sangat indah. Cinta tidak
pernah diciptakan oleh Tuhan untuk menyakiti manusia malah sebaliknya untuk
membahagiakan manusia di bumi. Adapun terasa sakit, itu karena manusia yang
menafsirkannya seperti itu. Cinta itu anugrah dan indah. Tidak pernah menyakiti.
Lantas, kenapa kamu sakit ketika mencintai
dia ?
Jangan salahkan cinta. Tapi salahkan dia yang
kenapa menyakiti mu ... karena dia tidak memiliki cinta untukmu. Dia tidak
memiliki cinta untukmu, lantas bagaimana bisa dia membahagiakanmu ? jadi wajar jika
dia terkesan menyakitimu .. karena tidak ada cinta di hatinya untukmu.
Namun cinta yang ada di hatimu janganlah kamu
salahkan kehadirannya, bagaimanapun cinta itu indah. Hanya saja terkadang kamu
harus lebih bijak mengartikan kehadirannya di hatimu ...
Cinta itu indah. Tanamkan itu dalam mindset mu, maka seiring waktu rasakan
perbedaan dalam hatimu. Selamat mencintai
Tidak ada komentar:
Posting Komentar