Senin, 29 Desember 2014

Hati yang Tersembunyi



Ku biarkan hatiku mencari inginnya sendiri
Tanpa ku sadari aku telah membiarkan diriku bermain api
Terus dan terus menikmati perasaan tersembunyi
Yang ku pikir itu bukanlah perkara besar nantinya
Tetapi, ternyata Dia lebih tau mana yang terbaik
Aku tak menghiraukan hal itu selama ini
Sampai akhirnya, siang itu seperti mendung bagiku
Rasanya hatiku yang penuh sukacita diselubungi awan gelap seketika
Hujan mulai membasahi hati
Tapi tetap tahankan pilu, demi gengsi
Lemas lututku, tetap ku paksakan melompat
Rasanya ingin segera pulang
Memeluk diri, dan bersimpuh di hadapanNya
Merasa ditampar bolak-balik saat rahasia satu per satu terkuak
Bukan niat hati untuk bersembunyi
Karena pikir selalu meracuni hati
Sampai pada dosis yang benar-benar cukup menghancurkanku
Duniaku rutuh seketika
Namun, ku pandang Dia yang masih beri aku kesempatan
Sakit yang ku rasakan saat ini tidaklah seberapa dengan sakit yang Dia rasakan dulu
Aku baru menyadari aku masih bayi, yang benar-benar perlu dibimbing
Bagaimanapun bayi akan terus berusaha untuk bertumbuh
Mencoba berdiri dan berjalan dengan caranya sendiri
Tetapi seringkali harus terjatuh lagi dan lagi
Seringkali harus merasakan pedih dan sakit lagi dan lagi
Yang ku tahu aku ga punya waktu untuk mengasihani diriku sendiri
Ku harus tetap melihat salibNya
Hanya jika aku bertopang teguh padaNya
Aku akan mampu berdiri, berjalan, bahkan berlari
“Selalu akan ada akhir indah di setiap perjuangan ini”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar