Senin, 29 Desember 2014

Duniaku Runtuh

Dia adalah sosok wanita sempurna di mataku
Mengerti aku melebihi diriku sendiri
Tau apa yang terbaik untukku
Kadang amarah dan tuntutannya bukanlah hal yang membuatku kecewa padanya
Karena ku tahu kasih sayangnya jauh lebih besar dari apapun yang ku terima dari dunia ini
Dia adalah dunia ku
Sedih ku adalah sedihnya
Beban hidupku adalah beban juga baginya
Namun, ku rasa tak adil jika dia yang menanggung penderitaan ini
Dia terlalu lemah untuk merasakan sakit itu
Ku tak tahu bagaimana dia harus menyeka air matanya setiap kali sakit itu muncul
Setiap saat dia harus merasakan sakit yang tak tertahankan
Namun, dia tetap diam dan tersenyum padaku
Bahkan, dia tetap bekerja untukku dan saudara-saudaraku
Dia tak pernah memikirkan dirinya sendiri
Dia hanya memikirkan anak-anaknya
Dia adalah dunia ku
Kabar di siang bolong itu menghancurkan dunia ku
Lemas kakiku, pilu hatiku, kacau pikiranku
Tanganku tak mampu melakukan apapun
Mulutku tak mampu berkata-kata apapun
Ku sadar aku harus menguatkannya
Namun, sulit ku rasa karena aku sendiri tidak kuat
Berusaha menahan air mata ini di depannya
Hanya ingin supaya tidak menambah sakit yang dia derita
Ingin memeluknya setiap saat, mengatakan semuanya akan baik-baik saja
Dunia ku runtuh
Seperti dihimpit oleh batu besar
Tak bisa bergerak, tak bisa berfikir
Kuatlah, mama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar