Dia
adalah sosok wanita sempurna di mataku
Mengerti
aku melebihi diriku sendiri
Tau apa
yang terbaik untukku
Kadang amarah
dan tuntutannya bukanlah hal yang membuatku kecewa padanya
Karena ku
tahu kasih sayangnya jauh lebih besar dari apapun yang ku terima dari dunia ini
Dia adalah
dunia ku
Sedih ku
adalah sedihnya
Beban hidupku
adalah beban juga baginya
Namun,
ku rasa tak adil jika dia yang menanggung penderitaan ini
Dia terlalu
lemah untuk merasakan sakit itu
Ku tak
tahu bagaimana dia harus menyeka air matanya setiap kali sakit itu muncul
Setiap saat
dia harus merasakan sakit yang tak tertahankan
Namun,
dia tetap diam dan tersenyum padaku
Bahkan,
dia tetap bekerja untukku dan saudara-saudaraku
Dia tak
pernah memikirkan dirinya sendiri
Dia hanya
memikirkan anak-anaknya
Dia adalah
dunia ku
Kabar di
siang bolong itu menghancurkan dunia ku
Lemas kakiku,
pilu hatiku, kacau pikiranku
Tanganku
tak mampu melakukan apapun
Mulutku
tak mampu berkata-kata apapun
Ku sadar
aku harus menguatkannya
Namun,
sulit ku rasa karena aku sendiri tidak kuat
Berusaha
menahan air mata ini di depannya
Hanya ingin
supaya tidak menambah sakit yang dia derita
Ingin memeluknya
setiap saat, mengatakan semuanya akan baik-baik saja
Dunia ku
runtuh
Seperti
dihimpit oleh batu besar
Tak bisa
bergerak, tak bisa berfikir
Kuatlah,
mama