DIA
Pasir berbisik-bisik ringan
Mengajakku pergi ke depan
Tak berdiam diri lagi di sini
Air mata teteskan lara
Bathin menjerit-jerit
kesakitan
Hanya karena menunggu
dia
Sang pujaan hati yang
hilang
Mungkin inilah yang di inginkan
Membuatku menangis yang tak pasti
Menunggu dia yang pergi dari hati
Berharap kan kembali ke pelita hati
Tetes-tetes
hujan mewakili bathin
Bathun yang
memanggil namamu dengan tangis
Tangis yang
hanya ku ketahui dan sang pencipta
Ku tak ingin
mereka tahu hati yang pilu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar