Ku
biarkan hatiku mencari inginnya sendiri
Tanpa ku
sadari aku telah membiarkan diriku bermain api
Terus dan
terus menikmati perasaan tersembunyi
Yang ku
pikir itu bukanlah perkara besar nantinya
Tetapi,
ternyata Dia lebih tau mana yang terbaik
Aku tak
menghiraukan hal itu selama ini
Sampai
akhirnya, siang itu seperti mendung bagiku
Rasanya
hatiku yang penuh sukacita diselubungi awan gelap seketika
Hujan
mulai membasahi hati
Tapi tetap
tahankan pilu, demi gengsi
Lemas lututku,
tetap ku paksakan melompat
Rasanya
ingin segera pulang
Memeluk
diri, dan bersimpuh di hadapanNya
Merasa
ditampar bolak-balik saat rahasia satu per satu terkuak
Bukan
niat hati untuk bersembunyi
Karena
pikir selalu meracuni hati
Sampai pada
dosis yang benar-benar cukup menghancurkanku
Duniaku
rutuh seketika
Namun,
ku pandang Dia yang masih beri aku kesempatan
Sakit yang
ku rasakan saat ini tidaklah seberapa dengan sakit yang Dia rasakan dulu
Aku baru
menyadari aku masih bayi, yang benar-benar perlu dibimbing
Bagaimanapun
bayi akan terus berusaha untuk bertumbuh
Mencoba
berdiri dan berjalan dengan caranya sendiri
Tetapi seringkali
harus terjatuh lagi dan lagi
Seringkali
harus merasakan pedih dan sakit lagi dan lagi
Yang ku
tahu aku ga punya waktu untuk mengasihani diriku sendiri
Ku harus
tetap melihat salibNya
Hanya jika
aku bertopang teguh padaNya
Aku akan
mampu berdiri, berjalan, bahkan berlari
“Selalu
akan ada akhir indah di setiap perjuangan ini”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar