NEGERI KU
DULU DAN KINI, INDONESIA
By : Irma
Natalina Malau
Indonesia. Negeri yang menjadi
tempat ku dilahirkan, dibesarkan hingga kini usia ku beranjak 22 tahun. Aku
tidak bisa memilih di negeri mana aku ingin dilahirkan, jika aku bisa memilih
aku akan tetap memilih Indonesia ! negeri yang luas nan elok. Bukan tentang
sumber daya alam nya berlimpah ruah, tapi rakyatnya yang ku tahu sangat kaya
akan kebaikan. Negeri yang dapat merdeka setelah 350 tahun dijajah Belanda dan
3,5 tahun dijajah Jepang. Lalu, apa yang membuat negeri ini bisa mengusir
penjajah padahal sudah sangat bodoh tidak mendapatkan pendidikan formal maupun
informal. Karena bukan pendidikanlah yang paling utama membuat negeri ini
bebas, melainkan karena “rasa persatuan”
Dari sabang hingga merauke. Ribuan
pulau, sungai besar hingga kecil, danau besar hingga kecil, pegunungan, gunung,
lautan, bukit, kesemuanya itu berserakan hingga tak terhitung lagi. Jumlah
suku, lagu daerah, pakaian adat, alat musik tradisional, senjata tradisional
dan bahasa daerah yang mungkin akan sangat sulit dihafalkan di masa sekolah
dasar. Negeri ini benar-benar kaya !!! sangat kaya dibandingkan negeri manapun
di muka bumi ini !!
Namun, penghuni negeri ini tidaklah
sama lagi dengan tempo dulu. Seiring pergantian generasi, maka berganti pula
pola pikir. Ternyata harta yang paling berharga yaitu sejarah Indonesia meraih
kemerdekaan hanya sekedar cerita di masa sekolah yang harus dihafalkan demi
memperoleh nilai tinggi. Sekedar itu.
Mungkin mereka yang pernah
berjuang, melihat dari atas sana penuh kesedihan dan ratapan akan cucunya yang
kini menghuni negeri yang begitu mereka cintai.
Sifat hedonisme dan konsumtif
masyarakat membuat segalanya bergeser dari budaya dan adat istiadat negeri ini.
Kejahatan yang melanggar norma-norma asusila bukanlah hal yang tabu lagi,
melainkan sangat lumrah dan kepolisian negeri ini pun mungkin sudah sangat
lelah dengan tindakan kriminal yang terus meningkat. Memberikan mereka banyak
peer dan pekerjaan saja, mungkin itu anggapan mereka, hehe. Setiap menentukan
teman bahkan pasangan hidup, hati bukanlah harga yang mahal tapi kedudukan,
harta, dan pendidikanlah penentu cinta itu berlabuh. Dan ketika adat istiadat
serta budaya menjadi hal paling konyol dan kuno untuk diikuti, maka tidak ada
lagi seorang anak diam ketika dimarahi dan dinasehati kedua orang tuanya,
mereka akan bereaksi dengan bantahan, omelan bahkan cacian. Seperti itukah
kebaikan negeri ini saat ini ? MIRIS ...
Setiap orang tahu bahwa negeri ini
tidaklah membaik akhlak nya, walaupun katanya perekonomiannya membaik. Tapi
lihatlah dengan mata mu sejelas-jelasnya, apakah perekonomian negeri ini
membaik ??? benarkah ?? bukanlah perekonomian membaik itu untuk kalangan
menengah ke atas ?? pernahkah terlintas bagaimana mereka yang memiliki perekonomian
menengah ke bawah ?? bahkan, sebutir nasipun tidak ternikmati oleh perut mereka
sepanjang hari.
Yang ku tahu Tuhan akan memberikan
apapun yang diminta suatu bangsa jika prilakunya tercermin baik antar sesama.
Nah, sudahkah negeri ini semakin dewasa untuk sadar berprilaku baik ?? jadi,
pantas jika negeri ini belum sepenuhnya merdeka ...
.dreamerwhite.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar